Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Posted by dekranasdaSultra
Categories:
Label:
PROFIL
Dra. Hj. Tina Nur Alam
Angkat Citra Kerajinan Dan Tenunan Khas Sultra
Sejak dilantik sebagai Ketua Dekranasda Sultra pada tanggal 18 Februari 2008 silam, Dra. Hj. Tina Nur Alam mulai getol mengangkat citra kerajinan dan kain tenunan khas Sulawesi Tenggara.
“tenunan sultra yang sangat kaya motif dan ragamnya, muncul ide saya untuk membuka jaringan”, tekadnya.
Jaringan pun mulai dirintis. Mula-mula, dirinya membangun komunikasi yang intens dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) yang diketuai oleh Okke Hatta Radjasa. Setelah itu sejumlah kerjasama terus dilakukan termasuk dengan para designer.
“saya sangat yakin tenunan khas daerah Sultra bisa didesain dalam beragam bentuk pakaian, mulai dari pakaian resmi dan semi resmi dengan tetap menjaga pakem, keunikan dan ciri khas”, ujarnya penuh keyakinan.
Tina Nur Alam mengungkapkan, dirinya juga tak pernah berhenti atau merasa bosan untuk memperkenalkan hasil kerajinan daerah Sultra ke sejumlah daerah maupun ditingkat nasional.
Gayungpun bersambut, usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Apresiasi yang diberikan masyarakat atas hasil kerajinan dan tenunan daerah Sultra sangat positif.
Angkat Citra Kerajinan Dan Tenunan Khas Sultra
Sejak dilantik sebagai Ketua Dekranasda Sultra pada tanggal 18 Februari 2008 silam, Dra. Hj. Tina Nur Alam mulai getol mengangkat citra kerajinan dan kain tenunan khas Sulawesi Tenggara.
“saya prihatin melihat keadaan dilingkungan kita, orang-orang merasa heran dan aneh jika memakai busana dengan motif tenun khas daerah”, katanya prihatin.Dirinya juga heran tenunan daerah yang akan warna dan motif hanya dipakai oleh orang tua saat ada kegiatan seremonial. Sementara para generasi muda enggan menggunakannya, karena tak mau dibilang kuno. Melihat fenomena tersebut Tina nur Alam berjanji akan merubah persepsi tersebut.
“tenunan sultra yang sangat kaya motif dan ragamnya, muncul ide saya untuk membuka jaringan”, tekadnya.
Jaringan pun mulai dirintis. Mula-mula, dirinya membangun komunikasi yang intens dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) yang diketuai oleh Okke Hatta Radjasa. Setelah itu sejumlah kerjasama terus dilakukan termasuk dengan para designer.
“saya sangat yakin tenunan khas daerah Sultra bisa didesain dalam beragam bentuk pakaian, mulai dari pakaian resmi dan semi resmi dengan tetap menjaga pakem, keunikan dan ciri khas”, ujarnya penuh keyakinan.
Tina Nur Alam mengungkapkan, dirinya juga tak pernah berhenti atau merasa bosan untuk memperkenalkan hasil kerajinan daerah Sultra ke sejumlah daerah maupun ditingkat nasional.
Gayungpun bersambut, usaha dan kerja kerasnya tidak sia-sia. Apresiasi yang diberikan masyarakat atas hasil kerajinan dan tenunan daerah Sultra sangat positif.
Posted by dekranasdaSultra
Categories:
Label:
PROFIL
Dewan kerajinan nasional merupakan organisasi swasta nirlaba yang independen. Dibentuk pada tanggal 3 Maret 1980 yang digagas oleh para peminat seni kerajinan Indonesia. Perajin dan peminat seni kerajinan seluruh Indonesia kemudian menghimpun diri dalam suatu organisasi yang diberi nama Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS).
Dalam upaya menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan khususnya di Sulawesi Tenggara, dibentuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Dekranasda Sultra) pada tanggal 11 November 1985. Gedung Dekranasda Sultra diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1988 oleh Ibu Negara, Tien Soeharto.
Sebagai mitra pemerintah, organisasi yang yang merupakan gabungan dari kelompok pencipta, dan peminat seni kerajinan ini mempunyai persamaan dan kehendak untuk mengembangkan seni, produktivitas dan pemasaran kerajinan daerah Sultra sesuai kebijakan pemerintah.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, Dekranasda Sultra telah membangun sebuah kawasan industry rakyat dengan tujuan untuk melestarikan dan mempromosikan hasil-hasil kerajinan yang ada diberbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Saat ini kita juga sudah bisa melihat promosi hasil kerajinan kita di dunia maya melalui situs: dekranasdasultra.com
Office :
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara
South East Sulawesi National Crafts Council
Jl. A. Yani No. 87 Telp. (0401) 52233
Wua-Wua Kendari, Sulawesi Tenggara
DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH SULAWESI TENGGARA
”Melestarikan dan mengembangkan warisan budaya daerah”
”Melestarikan dan mengembangkan warisan budaya daerah”
Dewan kerajinan nasional merupakan organisasi swasta nirlaba yang independen. Dibentuk pada tanggal 3 Maret 1980 yang digagas oleh para peminat seni kerajinan Indonesia. Perajin dan peminat seni kerajinan seluruh Indonesia kemudian menghimpun diri dalam suatu organisasi yang diberi nama Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS).
Dalam upaya menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan khususnya di Sulawesi Tenggara, dibentuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Dekranasda Sultra) pada tanggal 11 November 1985. Gedung Dekranasda Sultra diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1988 oleh Ibu Negara, Tien Soeharto.
Sebagai mitra pemerintah, organisasi yang yang merupakan gabungan dari kelompok pencipta, dan peminat seni kerajinan ini mempunyai persamaan dan kehendak untuk mengembangkan seni, produktivitas dan pemasaran kerajinan daerah Sultra sesuai kebijakan pemerintah.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, Dekranasda Sultra telah membangun sebuah kawasan industry rakyat dengan tujuan untuk melestarikan dan mempromosikan hasil-hasil kerajinan yang ada diberbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Saat ini kita juga sudah bisa melihat promosi hasil kerajinan kita di dunia maya melalui situs: dekranasdasultra.com
Office :
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Tenggara
South East Sulawesi National Crafts Council
Jl. A. Yani No. 87 Telp. (0401) 52233
Wua-Wua Kendari, Sulawesi Tenggara







